• ae44693382314497764d1d36f5e7e6fb
  • a193ff9ea03ae7848e9d88878d681456
  • f6f96722f72fef024d31362069088ede
  • a9a72878e6169466a441c861d07e6a85

Novel Parable by Brian Khrisna

RM 59.00
- +
cart Add to Cart
Home

Sadewa Sagara adalah remaja yang selalu mengalah dalam kehidupannya karena semua kekurangan yang ia miliki. Tidak kaya, tidak ganteng, serta serba tidak bisa dalam segala hal. Ah, juga tidak percaya diri. Berbanding terbalik dari Dewa, Edward Cantona atau yang biasa disapa Edo, yaitu sahabat Dewa, hidup dalam segala kelebihan. Edo memiliki semua hal yang tidak Dewa miliki. Kaya? Iya. Ganteng? Iya. Serba bisa? Juga iya.

Yah, kalau dibandingkan seperti itu, hidup memang tidak adil. Namun, kehidupan Dewa tidak selalu buruk dan kehidupan Edo tidak selalu baik.

“…Semua orang merasa hidup mereka itu tidak adil. Dan itu berarti, hidup itu adil, kan? Toh, kita semua sama-sama merasakan hal yang sama; yaitu hidup yang tidak adil.” -hal. 265

Okay, this is my really honest review. Ceritanya benar-benar ringan dan mengalir, tapi tidak membuat saya sebagai pembaca bosan meskipun bukunya lumayan tebal (685 halaman). Banyak bagian cerita yang membuat saya tertawa, senyum-senyum sendiri, juga menangis. Saya merasa cerita dalam novel ini malah terpusat di dunia Edo, bahkan Dewa sebagai tokoh utama sendiri juga memusatkan dunianya kepada sahabatnya itu. Well, sesuai yang ditulis Brian Khrisna di sampul belakang bukunya, “…selamat membaca sebuah cerita tentang seseorang yang tak pernah menjadi pemeran utama di kehidupannya sendiri.” Kak Brian, you’ve created a brilliant story!

Namun, saya merasa konflik batin yang dialami Dewa kurang digambarkan dengan baik secara menyeluruh. Pembaca diajak untuk menelisik kehidupan Dewa, tetapi tidak sepenuhnya diajak untuk merasakan apa yang Dewa rasakan. Emosi di buku ini benar-benar saya rasakan di bab 13 dan 15. Sisanya? Not that deep. Saya tertawa, tersenyum, dan menangis malah karena alur ceritanya, bukan penggambaran perasaan tokoh. Bagian akhir buku (yang menurut saya bagian yang paling krusial) juga tidak dapat saya rasakan.

Satu hal lain yang saya kurang sukai adalah penulisan “namun” di tengah kalimat. Geregetan aja gitu bacanya.

Overall, I give this novel 4 out of 5 stars!

“…Parable itu artinya sebuah jalan kisah cerita hidup seseorang yang merepresentasikan moral story di akhir cerita.” -hal. 277
Your cart is currently empty.
Continue shopping